Tuesday, November 14, 2006

Suasana Jogja

Ass Wr Wb


Minal 'aidzin wal-faizin
mudah2an kita termasuk salah satu dari golongan diatas .. amiiin

hari ke 2 di jogja, rasa lelah dari perjalanan bandung-jogja masih terasa .. TrainLag ... :-)
datang tanpa beban utk ikut "seminar" mikrotik, tanpa membawa tools apapun. ternyata "sertifikasi training" yg dihadapi, dan ternyata "wajib" membawa laptop dgn segudang spesifikasi canggih ... wualahhh ....
Untung nya ada sahabat yg tulus, membantu mencarikan aku sebuah Laptop .... abrakadabra .., laptop dgn segudang kecanggihan pun aku dapatkan .. alhamdulillah, terimakasih sobat .... aku sangat menghargai bantuanmu
perjalanan belum selesai, training masih 3 hari lagi, dan utk 3 malam kedepan aku akan menikmati sejuta "suasana jogja" .....

Wishme Luck honey,
take care your self and tell to our Son if his father will always love him and his mother

tunggu aku di kotamu

--- hotel jogjakarta plaza, 14 Nov 06 ---

Friday, September 15, 2006

Pangandaran

Ass Wr Wb

setelah sekian lama "mendekam" di kantor, akhirnya dua hari kemaren diriku berkelliling lagi .
dari tasik ke ciamis dan akhirnya ke pangandaran ...
Tempat terakhir yang disebutkan dulu nya adalah tempat yang indah, dengan segudang pesona dan daya tarik nya, tapi apa yg aku saksikan kemarin .. ?? hanya puing2 bangunan sisa hotel yg termenung dan ratusan perahu nelayan yg terbelah2 . hotel2 yang dulunya berjejer sepanjang pantai, sekarang yg tersisa hanya puing. Beberapa hotel dan penginapan mulai ditata ulang kembali, sedangkan Tenda2 pengungisan masih tersebar di sepanjang jalan masuk ke tempat wisata itu .
Rusa dan monyet yang dulu sangat pemalu dan selalu berada di kawasan cagar alam, tidak lagi tabu untuk bermain ke area pantai ...
aku berbincang dengan beberapa pedagang yg memaksakan berjualan walaupun pengunjung hanya satu dua orang ... seorang lelaki tengah baya membawa keranjang berisi cendera mata hasil kerajinan menghampiri, saat kejadian dirinya berada di kios nya dan menyaksikan detik demi detik tsunami terjadi. Tdk ada sedikit pun di benaknya waktu itu bahwa ombak yg datang bergulung adalah tsunami, krn dirinya tdk merasakan adanya gempabumi, dulunya beliau memiliki 3 kios di sepanjang pantai barat ... sekarang hanya tinggal keranjang itu lah tempat nya menimba rupiah ... hmmmm
sementara laut begitu tenang ... sekali2 ombak bergulung , seolah tak pernah terjadi apapun dengan nya ... Subhanallah ...

Kita .. yg jauh dari bencana , malah jauh dari Tuhan
malah asyik memikirkan "dunia" yg tidak ada habisnya
sementara saudara2 kita .....

Ya Allah .. lindungi diriku dari segala tipu daya Syaithon .....
amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin


15-sept-06

Wednesday, August 02, 2006

ada apa ini ??



dari semarang .. ke semarang .. dan semarang lagi ...
nikahan temen .. gantiin temen .. dan gantiin temen lagi ....
ada apa ini .. ??
apa ada hubungannya dengan fenomena awan vertikal yg terjadi akhir2 ini ?
alam sedang tidak bersahabat
angin nya membawa berita kesedihan
sinar matahari mu menerangi linangan air mata duka
ada apa ini .. ??
Yaa 4JJ I .. yaa Robb ....
berikanlah kepada umat MU cahaya
cahaya pembuka hikmah agar kami sadar
ada apa dibalik semua ini

Monday, July 03, 2006

Antara Pesawat, Bus AC dan Bus Ekonomi

hidup memang sukar ditebak ...
apa yg akan terjadi tdk bisa dipastikan .. paling hanya perediksi
namanya juga prediksi .. serba kemungkinan

Seperti halnya apa yang saya alami hari kemarin, tak pernah ter"prediksi"kan akan merasakan panas dan sesaknya bus ekonomi antar kota antar provinsi, Semarang-Bandung gitu loh .. untungnya di Cirebon kita di pindah ke Bus AC Cirebon-Sukabumi .. ;-)
tapi tak apalah, waktu antara 13.30 sampai 20.30 menjadi pengalaman pribadi dan menjadi guru dikemudian hari .
Sebetulnya kami sudah berniat untuk naik Bus AC via cirebon dan disambung bus AC cirebon-bandung, ada juga usul utk naik pesawat ke bandung ataw jakarta ( pesawat .. hihiihi ), namun itulah .. jika kami bersama2 seolah tdk ada yang tegas .. pdhal saya tahu sahabat2 saya itu adalah orang2 yang tegas dan menjadi panutan dikeluarga nya, tapi jika sudah bersama2 .. hilang ketegasan itu, namun bukan berarti kami menjadi orang plin-plan, namun lebih pada sikap saling menghargai pendapat ... itulah kami, walaupun tampak konyol tp punya arti yg sangat dalam .. " saling menghargai " ...


-- senin, 3 Juli 06 --

Friday, June 30, 2006

Hari yang berat

sahabat,

tak terasa akhir minggu
what a tough day .. fuihhhh ....
begitu banyak yang ingin aku tuliskan
tapi otakku sudah saturasi menghadapi hari ini
kalian adalah sahabatku,
sampai kapanpun akan tetap menjadi sahabatku

--- aku hanyalah debu ---

Thursday, June 29, 2006

"....."

Jika disana banyak bebatuan
dirimu adalah emas
Jika disana banyak emas
dirimu adalah berlian

Jika disana banyak bintang berkilauan
dirimu adalah meteor
yang lebih bercahaya
namun tidak datang setiap malam

Jika disana ada topan tornado
dirimu adalah angin
yang datangnya tdk terlihat
namun terasa sejuknya

Jika disana banyak bunga melati
dirimu adalah bunga Rose
lebih indah ...
namun bisa melukai

diatas semua itu
dirimu adalah bidadari kehidupanku ....

Ode utk para Ayah

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. "Yah, beras sudah habis loh..." ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, "Ayah..., besok Agus harus bayar uang praktek". "Iya..." jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalalagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat. Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, "besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah"sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini takberjinjing buah kesukaannya itu. Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, "jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya". Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingungdan sedikit berkelakar, "ini, anak siapa minta susunya ke siapa".Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai kenomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejakbulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun. Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, "Iya,nanti semua Ayah bereskan" meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam. Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli. Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka,atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu. Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali.Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa,menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang gera moleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengansebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai. Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia tak kan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.

Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya.

Semoga.


---- Diambil dari millist tetangga ----

Tuesday, June 27, 2006

Ass wr wb

Tulis, menulis .. ditulis ...
hari-hari ditulis-tulis
Ditulis menjadi tulisan, tulisan menjadi sejarah
Tulisan baik, tulisan buruk .. tetap saja tulisan

Seperti halnya Gundah, gelisah, galau dan kalut
bagai tamu ditengah malam yang tak hentinya mengetuk


perjalanan ......
hari ..... siang dan malam
gelisah adalah teman setia
gundah adalah sahabat
galau dan kalut selalu menggelayut

Wahai jiwa yg sedang mengembara ......
ketahuilah semuanya pasti akan sampai
pengembaraanmu adalah perjalanan mencari jalan pulang
jalan pulang ketempat asalmu
kepangkuan IllahiRobbi


dan .... perjalanan pasti 'kan sampai